PARADAPOS.COM - Sebuah analisis forensik digital yang mendalam terhadap rekaman video dan data satelit mengungkap bukti kuat bahwa serangan rudal yang menghancurkan sebuah sekolah putri di Kota Minab, Iran, pada 28 Februari dan menewaskan lebih dari 160 siswi, berasal dari rudal Tomahawk milik Amerika Serikat. Temuan ini bertolak belakang dengan klaim publik yang dilontarkan sebelumnya oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang justru menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden memilukan tersebut.
Analisis Bukti Visual dan Geolokasi
Investigasi yang dilakukan oleh organisasi media investigasi Bellingcat berfokus pada video dampak serangan yang dirilis oleh Kantor Berita Mehr Iran. Melalui teknik geolokasi yang cermat, tim analis berhasil memastikan lokasi kejadian. Video tersebut menunjukkan asap mengepul dari bangunan sekolah, yang secara geografis terletak tidak jauh dari sebuah markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Bellingcat menegaskan bahwa karakteristik kerusakan serta jenis rudal yang digunakan mengarah pada satu kesimpulan. "AS satu-satunya pihak yang diketahui memiliki rudal itu untuk menyerang Iran, karena Israel tidak memilikinya," jelas laporan tersebut, merujuk pada rudal Tomahawk yang menjadi andalan persenjataan AS.
Bertentangan dengan Klaim Politik
Temuan analitis ini secara langsung membantah pernyataan yang disampaikan Donald Trump kepada awak media. Saat ditanya tentang insiden itu, Trump dengan tegas membebankan tanggung jawab pada Iran.
"Itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisi mereka," ujarnya kepada wartawan.
Namun, penilaian di lapangan justru menunjukkan skenario yang berbeda. Bukti visual dan data satelit mengindikasikan bahwa serangan terhadap sekolah tersebut terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan dengan serangan yang ditujukan kepada pangkalan Angkatan Laut IRGC di sekitarnya, mengisyaratkan kemungkinan kesalahan dalam penargetan.
Konfirmasi dari Berbagai Sumber Investigasi
Kesimpulan Bellingcat sejalan dengan laporan investigasi dari beberapa lembaga pemberitaan terkemuka lainnya. The Wall Street Journal, mengutip sumber di kalangan pejabat AS, melaporkan bahwa penyelidik militer internal AS sendiri meyakini pasukan mereka kemungkinan besar bertanggung jawab, meski investigasi resmi saat itu belum sepenuhnya ditutup.
Sementara itu, The New York Times, yang juga menganalisis gambar satelit dan video, menguatkan narasi bahwa sekolah menjadi korban dari serangan yang sama. Seorang mantan pejabat Angkatan Udara AS yang diwawancarai media mengakui adanya kemungkinan kesalahan identifikasi target dalam operasi militer kompleks. Laporan verifikasi dari BBC juga mencatat bahwa beberapa lokasi di sekitar sekolah, termasuk fasilitas IRGC, turut mengalami kerusakan parah.
Rangkaian bukti dari berbagai sumber independen ini membentuk gambaran yang lebih jelas, meski tragis, di balik insiden yang merenggut puluhan nyawa anak-anak perempuan tersebut. Analisis mendalam di atas peta dan frame-by-frame video menjadi penutur kisah yang berbeda dari narasi politik yang sempat berkembang.
Artikel Terkait
Senator AS Ungkap Motif Ekonomi di Balik Konflik dengan Iran
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru
Iran Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru, AS-Israel Ancam Lanjutkan Serangan
Eskalasi Timur Tengah Picu Gelombang Panic Buying BBM di Berbagai Negara